6 Ali Imran » Jumlah Ayat: 200

Surah » Ali Imran » Jumlah Ayat: 200

inna allaaha rabbii warabbukum fau‘buduuhu haadzaa shiraathun mustaqiimun
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
51. Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus”.
falammaa ahassa ‘iisaa minhumu alkufra qaala man anshaarii ilaa allaahi qaala alhawaariyyuuna nahnu anshaaru allaahi aamannaa biallaahi waisyhad bi-annaa muslimuuna
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
52. Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.
rabbanaa aamannaa bimaa anzalta waittaba’naa alrrasuula fauktubnaa ma’a alsysyaahidiina
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
53. Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)”.
wamakaruu wamakara allaahu waallaahu khayru almaakiriina
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
54. Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.
idz qaala allaahu yaa ‘iisaa innii mutawaffiika waraafi’uka ilayya wamuthahhiruka mina alladziina kafaruu wajaa‘ilu alladziina ittaba’uuka fawqa alladziina kafaruu ilaa yawmi alqiyaamati tsumma ilayya marji’ukum fa-ahkumu baynakum fiimaa kuntum fiihi takhtalifuuna
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
55. (Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”.
fa-ammaa alladziina kafaruu fau’adzdzibuhum ‘adzaaban syadiidan fii alddunyaa waal-aakhirati wamaa lahum min naasiriina
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
56. Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong.
wa-ammaa alladziina aamanuu wa’amiluu alshshaalihaati fayuwaffiihim ujuurahum waallaahu laa yuhibbu alzhzhaalimiina
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
57. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.
dzaalika natluuhu ‘alayka mina al-aayaati waaldzdzikri alhakiimi
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
58. Demikianlah (kisah ‘Isa), Kami membacakannya kepada kamu sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) Al-Qur’an yang penuh hikmah.
SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Abu Hatim mengetengahkan dari Hasan, katanya, “Dua orang pendeta Nasrani dari Najran datang menemui Rasulullah saw. lalu tanya salah seorang di antara mereka, ‘Siapakah bapak Isa?’ Rasulullah saw. tidak segera menjawab sebelum memohon petunjuk kepada Tuhannya, maka diturunkan kepadanya, ‘Demikianlah Kami membacakannya kepadamu, sebagian dari bukti-bukti, kerasulannya dan membacakan, Alquran yang penuh hikmah…’ sampai dengan, ‘…di antara orang yang ragu-ragu.'” (Q.S. Ali Imran 58-60)
inna matsala ‘iisaa ‘inda allaahi kamatsali aadama khalaqahu min turaabin tsumma qaala lahu kun fayakuunu
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
59. Sesungguhnya misal (penciptaan) ‘Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.
SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Abu Hatim mengetengahkan dari Hasan, katanya, “Dua orang pendeta Nasrani dari Najran datang menemui Rasulullah saw. lalu tanya salah seorang di antara mereka, ‘Siapakah bapak Isa?’ Rasulullah saw. tidak segera menjawab sebelum memohon petunjuk kepada Tuhannya, maka diturunkan kepadanya, ‘Demikianlah Kami membacakannya kepadamu, sebagian dari bukti-bukti, kerasulannya dan membacakan, Alquran yang penuh hikmah…’ sampai dengan, ‘…di antara orang yang ragu-ragu.'” (Q.S. Ali Imran 58-60) Dan diketengahkan dari jalur Aufi dari Ibnu Abbas, katanya “Serombongan orang-orang Najran, termasuk para pemimpin dan pengiringnya, mereka datang menemui Nabi saw. lalu tanya mereka, ‘Bagaimana kamu ini, kenapa kamu sebut-sebut pula sahabat kami?’ Jawab Nabi, ‘Siapa dia?’ Ujar mereka, ‘Isa! Kamu katakan dia hamba Allah!’ ‘Benar,’ jawab Nabi pula. Tanya mereka, ‘Pernahkah kamu melihat orang seperti Isa atau mendengar berita seperti yang dialaminya?’ Setelah itu mereka keluar meninggalkan Nabi saw, maka datanglah Jibril, katanya kepada beliau, ‘Katakanlah kepada mereka jika mereka datang kepadamu, ‘Sesungguhnya perumpamaan Isa di sisi Allah adalah seperti Adam…,’ sampai dengan firman-Nya, ‘Janganlah kamu termasuk di antara orang yang ragu-ragu!'” (Q.S. Ali Imran 59-60) Baihaqi mengetengahkan dalam Dalail dari jalur Salamah bin Abdu Yasyu’ dari bapaknya seterusnya dari kakeknya bahwa Rasulullah saw. menulis surat kepada warga Najran, yakni sebelum diturunkan kepadanya surat Thasin, “Atas nama Tuhan dari Ibrahim, Ishak dan Yakub, dari Muhammad yang nabi…” Di dalamnya disebutkan, “Maka orang-orang Najran itu mengutus Syurahbil bin Wadaah Al-Hamdani, Abdullah bin Syurahbil Al-Ashbahi dan Jabbar Al-Hartsi kepada Nabi saw. Perutusan ini berangkat mendatangi Nabi saw. sehingga mereka pun saling bertanya jawab. Demikianlah tanya jawab ini terus berlangsung sampai mereka menanyakan, ‘Bagaimana pendapat Anda tentang Isa?’ Jawab Nabi saw., ‘Sampai hari ini tak ada suatu pun pendapat saya mengenai dirinya. Tinggallah tuan-tuan di sini dulu sampai saya dapat menerangkannya!’ Ternyata esok paginya Allah telah menurunkan ayat ini, ‘Sesungguhnya perumpamaan Isa di sisi Allah…,’ sampai dengan firman-Nya, ‘…seraya kita memohon agar laknat Allah itu ditimpakan-Nya kepada orang-orang yang dusta.'” (Q.S. Ali Imran 59-61) Ibnu Saad mengetengahkan dalam kitab Thabaqat dari Azraq bin Qais, katanya, “Telah datang kepada Nabi saw. uskup negeri Najran bersama bawahannya, kepada mereka ditawarkannya agama Islam. Mereka menjawab, ‘Sebelum Anda, kami telah Islam.’ Jawab Nabi saw., ‘Bohong! Ada tiga perkara yang menghalangi tuan-tuan masuk Islam, yakni ucapan tuan-tuan bahwa Allah mempunyai anak, memakan daging babi dan sujud kepada patung.’ Tanya mereka, ‘Siapakah bapak dari Isa?’ Rasulullah tidak dapat menjawab sampai Allah menurunkan, ‘Sesungguhnya perumpamaan Isa di sisi Allah…,’ sampai dengan firman-Nya, ‘…dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tangguh lagi Maha Bijaksana.’ (Q.S. Ali Imran 59-62) Nabi mengajak mereka untuk saling kutuk-mengutuk, tetapi mereka menolak dan setuju akan membayar upeti lalu mereka pun kembali.”
alhaqqu min rabbika falaa takun mina almumtariina
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
60. (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.
SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Abu Hatim mengetengahkan dari Hasan, katanya, “Dua orang pendeta Nasrani dari Najran datang menemui Rasulullah saw. lalu tanya salah seorang di antara mereka, ‘Siapakah bapak Isa?’ Rasulullah saw. tidak segera menjawab sebelum memohon petunjuk kepada Tuhannya, maka diturunkan kepadanya, ‘Demikianlah Kami membacakannya kepadamu, sebagian dari bukti-bukti, kerasulannya dan membacakan, Alquran yang penuh hikmah…’ sampai dengan, ‘…di antara orang yang ragu-ragu.'” (Q.S. Ali Imran 58-60) Dan diketengahkan dari jalur Aufi dari Ibnu Abbas, katanya “Serombongan orang-orang Najran, termasuk para pemimpin dan pengiringnya, mereka datang menemui Nabi saw. lalu tanya mereka, ‘Bagaimana kamu ini, kenapa kamu sebut-sebut pula sahabat kami?’ Jawab Nabi, ‘Siapa dia?’ Ujar mereka, ‘Isa! Kamu katakan dia hamba Allah!’ ‘Benar,’ jawab Nabi pula. Tanya mereka, ‘Pernahkah kamu melihat orang seperti Isa atau mendengar berita seperti yang dialaminya?’ Setelah itu mereka keluar meninggalkan Nabi saw, maka datanglah Jibril, katanya kepada beliau, ‘Katakanlah kepada mereka jika mereka datang kepadamu, ‘Sesungguhnya perumpamaan Isa di sisi Allah adalah seperti Adam…,’ sampai dengan firman-Nya, ‘Janganlah kamu termasuk di antara orang yang ragu-ragu!'” (Q.S. Ali Imran 59-60) Baihaqi mengetengahkan dalam Dalail dari jalur Salamah bin Abdu Yasyu’ dari bapaknya seterusnya dari kakeknya bahwa Rasulullah saw. menulis surat kepada warga Najran, yakni sebelum diturunkan kepadanya surat Thasin, “Atas nama Tuhan dari Ibrahim, Ishak dan Yakub, dari Muhammad yang nabi…” Di dalamnya disebutkan, “Maka orang-orang Najran itu mengutus Syurahbil bin Wadaah Al-Hamdani, Abdullah bin Syurahbil Al-Ashbahi dan Jabbar Al-Hartsi kepada Nabi saw. Perutusan ini berangkat mendatangi Nabi saw. sehingga mereka pun saling bertanya jawab. Demikianlah tanya jawab ini terus berlangsung sampai mereka menanyakan, ‘Bagaimana pendapat Anda tentang Isa?’ Jawab Nabi saw., ‘Sampai hari ini tak ada suatu pun pendapat saya mengenai dirinya. Tinggallah tuan-tuan di sini dulu sampai saya dapat menerangkannya!’ Ternyata esok paginya Allah telah menurunkan ayat ini, ‘Sesungguhnya perumpamaan Isa di sisi Allah…,’ sampai dengan firman-Nya, ‘…seraya kita memohon agar laknat Allah itu ditimpakan-Nya kepada orang-orang yang dusta.'” (Q.S. Ali Imran 59-61) Ibnu Saad mengetengahkan dalam kitab Thabaqat dari Azraq bin Qais, katanya, “Telah datang kepada Nabi saw. uskup negeri Najran bersama bawahannya, kepada mereka ditawarkannya agama Islam, Mereka menjawab, ‘Sebelum Anda, kami telah Islam.’ Jawab Nabi saw., ‘Bohong! Ada tiga perkara yang menghalangi tuan-tuan masuk Islam, yakni ucapan tuan-tuan bahwa Allah mempunyai anak, memakan daging babi dan sujud kepada patung.’ Tanya mereka, ‘Siapakah bapak dari Isa?’ Rasulullah tidak dapat menjawab sampai Allah menurunkan, ‘Sesungguhnya perumpamaan Isa di sisi Allah…,’ sampai dengan firman-Nya, ‘…dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tangguh lagi Maha Bijaksana.’ (Q.S. Ali Imran 59-62) Nabi mengajak mereka untuk saling kutuk-mengutuk, tetapi mereka menolak dan setuju akan membayar upeti lalu mereka pun kembali.”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s