4 Ali Imran » Jumlah Ayat: 200

Surah » Ali Imran » Jumlah Ayat: 200

qul in kuntum tuhibbuuna allaaha faittabi’uunii yuhbibkumu allaahu wayaghfir lakum dzunuubakum waallaahu ghafuurun rahiimun
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
31. Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Munzir mengetengahkan dari Hasan, katanya, “Berkata beberapa golongan di masa Nabi saw., ‘Demi Allah, wahai Muhammad! Sungguh kami amat mencintai Tuhan kita’ Maka Allah pun menurunkan, ‘Katakanlah! Jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku…'” (Q.S. Ali Imran 31)
qul athii’uu allaaha waalrrasuula fa-in tawallaw fa-inna allaaha laa yuhibbu alkaafiriina
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
32. Katakanlah: “Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”.
inna allaaha isthafaa aadama wanuuhan waaala ibraahiima waaala ‘imraana ‘alaa al’aalamiina
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
33. Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing),
dzurriyyatan ba’dhuhaa min ba’dhin waallaahu samii’un ‘aliimun
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
34. (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
idz qaalati imra-atu ‘imraana rabbi innii nadzartu laka maa fii bathnii muharraran fataqabbal minnii innaka anta alssamii’u al’aliimu
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
35. (Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.
falammaa wadha’at-haa qaalat rabbi innii wadha’tuhaa untsaa waallaahu a’lamu bimaa wadha’at walaysa aldzdzakaru kaaluntsaa wa-innii sammaytuhaa maryama wa-innii u’iidzuhaa bika wadzurriyyatahaa mina alsysyaythaani alrrajiimi
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
36. Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.”
fataqabbalahaa rabbuhaa biqabuulin hasanin wa-anbatahaa nabaatan hasanan wakaffalahaa zakariyyaa kullamaa dakhala ‘alayhaa zakariyyaa almihraaba wajada ‘indahaa rizqan qaala yaa maryamu annaa laki haadzaa qaalat huwa min ‘indi allaahi inna allaaha yarzuqu man yasyaau bighayri hisaabin
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
37. Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.
hunaalika da’aa zakariyyaa rabbahu qaala rabbi hab lii min ladunka dzurriyyatan thayyibatan innaka samii’u alddu’aa/-i
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
38. Di sanalah Zakariya mendo’a kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a”.
fanaadat-hu almalaa-ikatu wahuwa qaa-imun yushallii fii almihraabi anna allaaha yubasysyiruka biyahyaa mushaddiqan bikalimatin mina allaahi wasayyidan wahashuuran wanabiyyan mina alshshaalihiina
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
39. Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat [193] (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh”.

[193] Maksudnya: membenarkan kedatangan seorang nabi yang diciptakan dengan kalimat “kun” (jadilah) tanpa bapak yaitu nabi ‘Isa a.s.

qaala rabbi annaa yakuunu lii ghulaamun waqad balaghaniya alkibaru waimra-atii ‘aaqirun qaala kadzaalika allaahu yaf’alu maa yasyaa/u
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
40. Zakariya berkata: “Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku telah sangat tua dan isteriku pun seorang yang mandul?”. Berfirman Allah: “Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya”.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s