3 Ali Imran » Jumlah Ayat: 200

Surah » Ali Imran » Jumlah Ayat: 200

inna alladziina yakfuruuna bi-aayaati allaahi wayaqtuluuna alnnabiyyiina bighayri haqqin wayaqtuluuna alladziina ya/muruuna bialqisthi mina alnnaasi fabasysyirhum bi’adzaabin aliimin
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf  Dengarkan
21. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memamg tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yg pedih.
ulaa-ika alladziina habithat a’maaluhum fii alddunyaa waal-aakhirati wamaa lahum min naasiriina
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf  Dengarkan
22. Mereka itu adalah orang-orang yang lenyap (pahala) amal-amalnya di dunia dan akhirat, dan mereka sekali-kali tidak memperoleh penolong.
alam tara ilaa alladziina uutuu nashiiban mina alkitaabi yud’awna ilaa kitaabi allaahi liyahkuma baynahum tsumma yatawallaa fariiqun minhum wahum mu’ridhuuna
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf  Dengarkan
23. Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bahagian yaitu Al Kitab (Taurat), mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum diantara mereka; kemudian sebahagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi (kebenaran).
SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Abu Hatim, Ibnu Munzir dan Ikrimah mengetengahkan dari Ibnu Abbas, katanya, “Rasulullah saw. masuk ke rumah Madras menemui segolongan orang-orang Yahudi. Maka diserunya mereka kepada Allah, lalu kata Na’im bin Amr dan Harits bin Zaid kepada Nabi saw., ‘Menganut agama apakah Anda, hai Muhammad?’ Jawabnya, ‘Menganut millah Ibrahim dan agamanya.’ Kata mereka pula, ‘Sesungguhnya Ibrahim itu beragama Yahudi.’ Sabda Nabi saw. pula, ‘Kalau begitu marilah kita pegang Taurat! Dialah yang akan menjadi hakim di antara kami dan tuan-tuan!’ Kedua mereka itu menolak, maka Allah pun menurunkan, ‘Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang diberi bagian berupa Alkitab…,’ sampai dengan firman-Nya, ‘…mereka ada-adakan.'” (Q.S. Ali Imran 23-24)
dzaalika bi-annahum qaaluu lan tamassanaa alnnaaru illaa ayyaaman ma’duudaatin wagharrahum fii diinihim maa kaanuu yaftaruuna
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf  Dengarkan
24. Hal itu adalah karena mereka mengaku: “Kami tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali beberapa hari yang dapat dihitung”. Mereka diperdayakan dalam agama mereka oleh apa yang selalu mereka ada-adakan.
SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Abu Hatim, Ibnu Munzir dan Ikrimah mengetengahkan dari Ibnu Abbas, katanya, “Rasulullah saw. masuk ke rumah Madras menemui segolongan orang-orang Yahudi. Maka diserunya mereka kepada Allah, lalu kata Na’im bin Amr dan Harits bin Zaid kepada Nabi saw., ‘Menganut agama apakah Anda, hai Muhammad?’ Jawabnya, ‘Menganut millah Ibrahim dan agamanya.’ Kata mereka pula, ‘Sesungguhnya Ibrahim itu beragama Yahudi.’ Sabda Nabi saw. pula, ‘Kalau begitu marilah kita pegang Taurat! Dialah yang akan menjadi hakim di antara kami dan tuan-tuan!’ Kedua mereka itu menolak, maka Allah pun menurunkan, ‘Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang diberi bagian berupa Alkitab…,’ sampai dengan firman-Nya, ‘…mereka ada-adakan.'” (Q.S. Ali Imran 23-24)
fakayfa idzaa jama’naahum liyawmin laa rayba fiihi wawuffiyat kullu nafsin maa kasabat wahum laa yuzhlamuuna
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf  Dengarkan
25. Bagaimanakah nanti apabila mereka Kami kumpulkan di hari (kiamat) yang tidak ada keraguan tentang adanya. Dan disempurnakan kepada tiap-tiap diri balasan apa yang diusahakannya sedang mereka tidak dianiaya (dirugikan).
quli allaahumma maalika almulki tu/tii almulka man tasyaau watanzi’u almulka mimman tasyaau watu’izzu man tasyaau watudzillu man tasyaau biyadika alkhayru innaka ‘alaa kulli syay-in qadiirun
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf  Dengarkan
26. Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
SEBAB TURUNNYA AYAT: Dikeluarkan oleh Ibnu Abu Hatim dari Qatadah, katanya, “Orang- orang mengatakan kepada kami bahwa Rasulullah saw. memohon kepada Tuhan agar menundukkan kerajaan Romawi dan Persi ke dalam kekuasaan umatnya, maka Allah pun menurunkan, ‘Katakanlah! Wahai Tuhan yang memiliki kerajaan…sampai akhir ayat.'” (Q.S. Ali Imran 26)
tuuliju allayla fii alnnahaari watuuliju alnnahaara fii allayli watukhriju alhayya mina almayyiti watukhriju almayyita mina alhayyi watarzuqu man tasyaau bighayri hisaabin
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf  Dengarkan
27. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup [191]. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)”. [191] Sebagian mufassirin memberi misal untuk ayat ini dengan mengeluarkan anak ayam dari telur, dan telur dari ayam. Dan dapat juga diartikan bahwa pergiliran kekuasaan diantara bangsa-bangsa dan timbul tenggelamnya sesuatu umat adalah menurut hukum Allah.
laa yattakhidzalmu/minuuna alkaafiriina awliyaa-a min duuni almu/miniina waman yaf’al dzaalika falaysa mina allaahi fii syay-in illaa an tattaquu minhum tuqaatan wayuhadzdzirukumu allaahu nafsahu wa-ilaa allaahi almashiiru
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf  Dengarkan
28. Janganlah orang-orang mu’min mengambil orang-orang kafir menjadi wali [192] dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu). [192] Wali jamaknya auliyaa; berarti teman yang akrab, juga berarti pemimpin, pelindung atau penolong.
SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Jarir mengetengahkan dari jalur Said atau Ikrimah dari Ibnu Abbas, katanya, “Hajjaj bin Amr, yakni sekutu dari Kaab bin Asyraf, Ibnu Abu Haqiq dan Qais bin Zaid telah mengadakan hubungan akrab dengan beberapa orang Ansar untuk menggoyahkan mereka dari agama mereka, maka kata Rifaah bin Munzir, Abdullah bin Jubair dan Saad bin Hatsmah kepada orang-orang Ansar itu, ‘Jauhilah orang-orang Yahudi itu dan hindarilah hubungan erat dengan mereka agar kamu tidak terpengaruh dari agamamu!’ Pada mulanya mereka tidak mengindahkan nasihat itu, maka Allah pun menurunkan terhadap mereka, ‘Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir…,’ sampai dengan firman-Nya, ‘….dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.'” (Q.S. Ali Imran 28-29)
qul in tukhfuu maa fii shuduurikum aw tubduuhu ya’lamhu allaahu waya’lamu maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi waallaahu ‘alaa kulli syay-in qadiirun
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf  Dengarkan
29. Katakanlah: “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui”. Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Jarir mengetengahkan dari jalur Said atau Ikrimah dari Ibnu Abbas, katanya, “Hajjaj bin Amr, yakni sekutu dari Kaab bin Asyraf, Ibnu Abu Haqiq dan Qais bin Zaid telah mengadakan hubungan akrab dengan beberapa orang Ansar untuk menggoyahkan mereka dari agama mereka, maka kata Rifaah bin Munzir, Abdullah bin Jubair dan Saad bin Hatsmah kepada orang-orang Ansar itu, ‘Jauhilah orang-orang Yahudi itu dan hindarilah hubungan erat dengan mereka agar kamu tidak terpengaruh dari agamamu!’ Pada mulanya mereka tidak mengindahkan nasihat itu, maka Allah pun menurunkan terhadap mereka, ‘Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir…,’ sampai dengan firman-Nya, ‘….dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.'” (Q.S. Ali Imran 28-29)
yawma tajidu kullu nafsin maa ‘amilat min khayrin muhdaran wamaa ‘amilat min suu-in tawaddu law anna baynahaa wabaynahu amadan ba’iidan wayuhadzdzirukumu allaahu nafsahu waallaahu rauufun bial’ibaadi
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf  Dengarkan
30. Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap siksa-Nya. Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s