18 Ali Imran » Jumlah Ayat: 200

Surah » Ali Imran » Jumlah Ayat: 200

yastabsyiruuna bini’matin mina allaahi wafadhlin wa-anna allaaha laa yudhii’u ajra almu/miniina
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
171. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.
alladziina istajaabuu lillaahi waalrrasuuli min ba’di maa ashaabahumu alqarhu lilladziina ahsanuu minhum waittaqaw ajrun ‘azhiimun
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
172. (Yaitu) orang-orang yang menta’ati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud). Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan diantara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar.
SEBAB TURUNNYA AYAT: Diketengahkan oleh Ibnu Jarir dari jalur Aufi dari Ibnu Abbas, katanya, “Sesungguhnya Allah telah memasukkan rasa takut ke dalam hati Abu Sufyan di waktu perang Uhud yakni setelah ia menerima tamparan dari kamu, maka setelah ia kembali ke Mekah, Nabi saw. bersabda, ‘Sesungguhnya Abu Sofyan telah ditimpa sesuatu daripada kamu sehingga berair matanya, oleh karena itu ia pulang sedangkan Allah telah memasukkan rasa takut ke dalam hatinya.’ Perang Uhud itu terjadi pada bulan Syawal, dan para pedagang biasanya datang ke Madinah pada bulan Zulkaidah, lalu singgah di Badar Shugra. Setelah perang Uhud itu mereka juga tidak lupa datang ke Badar di mana kaum muslimin yang baru saja ditimpa bencana dan masih belum pulih dari kesedihannya, maka Nabi saw. mengerahkan orang-orang untuk ikut pergi bersamanya. Lalu setan muncul untuk menakut-nakuti mereka, katanya, ‘Musuh telah menghimpun pasukan untuk menghadapi kalian!’ Karena itu orang-orang merasa enggan untuk memenuhi seruan Nabi saw. Maka sabdanya, ‘Aku tetap akan berangkat walau tak seorang pun yang mau ikut!’ Tetapi sahabat-sahabat utama yaitu Abu Bakar, Umar, Usman, Ali, Zubair, Saad, Thalhah, Abdurrahman bin Auf, Abdullah bin Masud, Hudzaifah bin Yaman dan Abu Ubaidah bin Jarrah bersama serombongan orang yang berkekuatan 70 orang bergabung dengan beliau dan berangkat untuk mencari Abu Sufyan lalu mencarinya hingga di Shafra, maka Allah menurunkan ayat, ‘Yaitu orang-orang yang menaati perintah Allah dan rasul-Nya setelah mereka mendapat luka…'” (Q.S. Ali Imran 172) Thabrani mengetengahkan dengan sanad yang sahih dari Ibnu Abbas, katanya, “Tatkala orang-orang musyrik kembali dari Uhud, teman-teman mereka mengatakan, ‘Muhammad tidak berhasil kamu bunuh, dan gadis-gadis cantik tidak pula kalian tawan. Alangkah sia-sianya perbuatan kalian! Kalau begitu kembalilah kalian!’ Ucapan ini sampai ke telinga Rasulullah saw. maka dikerahkannyalah kaum muslimin yang mendapat sambutan baik dari mereka. Mereka terus berjalan sampai di Hamraul Asad atau Bir Abu Utbah. Maka Allah pun menurunkan ayat, ‘Yaitu orang-orang yang menaati perintah Allah dan rasul-Nya…’ (Q.S. Ali Imran 172)
alladziina qaala lahumu alnnaasu inna alnnaasa qad jama’uu lakum faikhsyawhum fazaadahum iimaanan waqaaluu hasbunaa allaahu wani’ma alwakiilu
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
173. (Yaitu) orang-orang (yang menta’ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia [250] telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”.

[250] Maksudnya: orang Quraisy.

SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Murdawaih mengetengahkan dari Abu Rafi’ bahwa Nabi saw. mengirim Ali bersama beberapa orang anak buahnya untuk mencari Abu Sofyan. Di tengah jalan mereka bertemu dengan seorang laki-laki suku Khuza’ah, lalu kata laki-laki itu, “Sesungguhnya orang-orang itu telah mengumpulkan pasukan untuk menghadapi kalian.” Jawab mereka, “Cukuplah bagi kami Allah, dan Dia adalah sebaik- baik pelindung,” lalu diturunkanlah ayat ini mengenai mereka.
fainqalabuu bini’matin mina allaahi wafadhlin lam yamsas-hum suu-un waittaba’uu ridhwaana allaahi waallaahu dzuu fadhlin ‘azhiimin
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
174. Maka mereka kembali dengan ni’mat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar [251].

[251] Ayat 172, 173 dan 174, di atas membicarakan tentang peristiwa perang Badar Shughra (Badar kecil) yang terjadi setahun sesudah perang Uhud. Sewaktu meninggalkan perang Uhud itu, Abu Sufyan pemimpin orang Quraisy menantang Nabi dan sahabat-sahabat beliau bahwa dia bersedia bertemu kembali dengan kaum muslimin pada tahun berikutnya di Badar. Tetapi karena tahun itu (4 H) musim paceklik dan Abu Sufyan sendiri waktu itu merasa takut, maka dia beserta tentaranya tidak jadi meneruskan perjalanan ke Badar, lalu dia menyuruh Nu’aim Ibnu Mas’ud dan kawan-kawan pergi ke Madinah untuk menakut-nakuti kaum muslimin dengan menyebarkan kabar bohong, seperti yang disebut dalam ayat 173. Namun demikian Nabi beserta sahabat-sahabat tetap maju ke Badar. Oleh karena tidak terjadi perang, dan pada waktu itu di Badar kebetulan musim pasar, maka kaum muslimin melakukan perdagangan dan memperoleh laba yang besar. Keuntungan ini mereka bawa pulang ke Madinah seperti yang tersebut pada ayat 174.

SEBAB TURUNNYA AYAT: Abu Sofyan mengetengahkan kepada Nabi saw., ‘Pertemuan berikutnya ialah di musim Badar, yakni tempat kamu membantai sahabat-sahabat kami!’ Mengenai orang-orang yang pengecut, mereka segera kembali. Adapun orang-orang yang berani, mereka membawa alat-alat perang di samping barang-barang dagangan, lalu mendatangi pasar itu. Tetapi tidak seorang tentara, musuh, pun mereka temui hingga kaum muslimin pun berjual-belilah hingga Allah menurunkan ayat, ‘Maka mereka kembali dengan membawa nikmat dan karunia yang besar dari Allah…'” (Q.S. Ali Imran 174)
innamaa dzaalikumu alsysyaythaanu yukhawwifu awliyaa-ahu falaa takhaafuuhum wakhaafuuni in kuntum mu/miniina
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
175. Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman.
walaa yahzunka alladziina yusaari’uuna fii alkufri innahum lan yadhurruu allaaha syay-an yuriidu allaahu allaa yaj’ala lahum hazhzhan fii al-aakhirati walahum ‘adzaabun ‘azhiimun
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
176. Janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang segera menjadi kafir [252]; sesungguhnya mereka tidak sekali-kali dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Allah berkehendak tidak akan memberi sesuatu bahagian (dari pahala) kepada mereka di hari akhirat, dan bagi mereka azab yang besar.

[252] Yakni: orang-orang kafir Mekah atau orang-orang munafik yang selalu merongrong agama Islam.

inna alladziina isytarawuu alkufra bial-iimaani lan yadhurruu allaaha syay-an walahum ‘adzaabun aliimun
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
177. Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekafiran, sekali-kali mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun; dan bagi mereka azab yang pedih.
walaa yahsabanna alladziina kafaruu annamaa numlii lahum khayrun li-anfusihim innamaa numlii lahum liyazdaaduu itsman walahum ‘adzaabun muhiinun
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
178. Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka [253] adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan.

[253] Yakni: dengan memperpanjang umur mereka dan membiarkan mereka berbuat dosa sesuka hatinya.

maa kaana allaahu liyadzara almu/miniina ‘alaa maa antum ‘alayhi hattaa yamiiza alkhabiitsa mina alththhayyibi wamaa kaana allaahu liyuthli’akum ‘alaa alghaybi walaakinna allaaha yajtabii min rusulihi man yasyaau faaaminuu biallaahi warusulihi wa-in tu/minuu watattaquu falakum ajrun ‘azhiimun
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
179. Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini [254], sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mu’min). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya [255]. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar.

[254] Yaitu: keadaan kaum muslimin bercampur baur dengan kaum munafikin.

[255] Di antara rasul-rasul, Nabi Muhammad SAW dipilih oleh Allah dengan memberi keistimewaan kepada beliau berupa pengetahuan untuk menanggapi isi hati manusia, sehingga beliau dapat menentukan siapa di antara mereka yang betul-betul beriman dan siapa pula yang munafik atau kafir.

walaa yahsabanna alladziina yabkhaluuna bimaa aataahummu allaahu min fadhlihi huwa khayran lahum bal huwa syarrun lahum sayuthawwaquuna maa bakhiluu bihi yawma alqiyaamati walillaahi miiraatsu alssamaawaati waal-ardhi waallaahu bimaa ta’maluuna khabiirun
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
180. Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s