15 Ali Imran » Jumlah Ayat: 200

Surah » Ali Imran » Jumlah Ayat: 200

waliyumahhishallaahu alladziina aamanuu wayamhaqa alkaafiriina
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
141. Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir.
am hasibtum an tadkhuluu aljannata walammaa ya’lami allaahu alladziina jaahaduu minkum waya’lama alshshaabiriina
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
142. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad [232] diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.

[232] Jihad dapat berarti: 1. berperang untuk menegakkan Islam dan melindungi orang-orang Islam; 2. memerangi hawa nafsu; 3. mendermakan harta benda untuk kebaikan Islam dan umat Islam; 4. Memberantas yang batil dan menegakkan yang hak.

walaqad kuntum tamannawna almawta min qabli an talqawhu faqad ra-aytumuuhu wa-antum tanzhuruuna
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
143. Sesungguhnya kamu mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; (sekarang) sungguh kamu telah melihatnya dan kamu menyaksikannya [233].

[233] Maksudnya: sebelum perang Uhud banyak para sahabat terutama yang tidak turut perang Badar menganjurkan agar Nabi Muhammad SAW keluar dari kota Madinah memerangi orang-orang kafir.

SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Abu Hatim mengetengahkan dari jalur Aufi dari Ibnu Abbas bahwa beberapa orang sahabat laki-laki pernah berkata, “Kenapa kita tidak gugur sebagaimana sahabat-sahabat kita di waktu perang Badar,” atau, “Kapan kita dapat menemui kembali suatu hari sebagaimana hari perang Badar, di mana kita dapat bertempur melawan orang-orang musyrik dan berhasil merebut kemenangan dan mendapatkan kebahagiaan, atau kita cari mati syahid, atau dua kalimat syahadat, surga atau kehidupan abadi yang penuh rezeki.” Maka Allah pun membukakan kesempatan itu bagi mereka, yakni di medan perang Uhud, tetapi mereka tak dapat bertahan agak lama kecuali beberapa orang yang dikehendaki Allah di antara mereka. Maka Allah pun menurunkan ayat, “Sesungguhnya dulu kamu telah mengharapkan mati syahid…” (Q.S. Ali Imran 143)
wamaa muhammadun illaa rasuulun qad khalat min qablihi alrrusulu afa-in maata aw qutila inqalabtum ‘alaa a’qaabikum waman yanqalib ‘alaa ‘aqibayhi falan yadhurra allaaha syay-an wasayajzii allaahu alsysyaakiriina
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
144. Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul [234]. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

[234] Maksudnya: Nabi Muhammad SAW ialah seorang manusia yang diangkat Allah menjadi rasul. Rasul-rasul sebelumnya telah wafat. Ada yang wafat karena terbunuh ada pula yang karena sakit biasa. Karena itu Nabi Muhammad SAW juga akan wafat seperti halnya rasul-rasul yang terdahulu itu. Di waktu berkecamuknya perang Uhud tersiarlah berita bahwa Nabi Muhammad SAW mati terbunuh. Berita ini mengacaukan kaum muslimin, sehingga ada yang bermaksud meminta perlindungan kepada Abu Sufyan (pemimpin kaum Quraisy). Sementara itu orang-orang munafik mengatakan bahwa kalau Nabi Muhammad itu seorang Nabi tentulah dia tidak akan mati terbunuh. Maka Allah menurunkan ayat ini untuk menenteramkan hati kaum muslimin dan membantah kata-kata orang-orang munafik itu. (Sahih Bukhari bab Jihad). Abu Bakar r.a. mengemukakan ayat ini di mana terjadi pula kegelisahan di kalangan para sahabat di hari wafatnya Nabi Muhammad SAW untuk menenteramkan Umar Ibnul Khaththab r.a. dan sahabat-sahabat yang tidak percaya tentang kewafatan Nabi itu. (Sahih Bukhari bab Ketakwaan Sahabat).

SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Munzir mengetengahkan dari Umar, katanya, “Kami terpisah cerai-berai dari Rasulullah saw. di hari perang Uhud, lalu saya naik ke sebuah bukit. Maka saya dengar orang Yahudi mengatakan. ‘Muhammad sudah terbunuh!’ Maka kata saya, ‘Tidak seorang pun saya dengar mengatakan bahwa Muhammad telah terbunuh, kecuali saya tebas batang lehernya!’ Kemudian saya berkeliling melihat-lihat kiranya tampak Rasulullah saw. dan orang-orang telah pada pulang. Maka turunlah ayat, ‘Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul…'” (Q.S. Ali Imran 144) Ibnu Abu Hatim mengetengahkan dari Rabi’, katanya, “Tatkala perang Uhud mereka ditimpa malapetaka yang menyebabkan mereka luka-luka sehingga saling menanyakan tentang Nabi saw., ada orang yang mengatakan, ‘Nabi telah terbunuh.’ Lalu dijawab oleh beberapa orang lain, ‘Sekiranya ia seorang nabi, maka dia tidak akan terbunuh.’ Seru yang lain pula, ‘Perangilah apa yang diperangi Nabimu sampai kamu beroleh kemenangan atau kamu pergi menyusulnya.’ Maka Allah pun menurunkan ayat, ‘Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul…'” (Q.S. Ali Imran 144) Baihaqi mengetengahkan dalam Dalail dari Abu Najih, “Seorang laki-laki Muhajirin lewat pada seorang laki-laki Ansar yang sedang bergelimang darah, maka tanyanya, ‘Tahukah Anda bahwa Muhammad telah terbunuh?’ Jawabnya, ‘Sekiranya Muhammad terbunuh, beliau telah menyampaikan, risalahnya, maka berperanglah pula kamu untuk agamamu!’ Maka turunlah ayat itu.” Diketengahkan oleh Ibnu Rahawaih dalam Musnadnya dari Zuhri bahwa setanlah yang meneriakkan di waktu perang Uhud bahwa Muhammad telah terbunuh. Kata Kaab bin Malik, “Sayalah yang mula-mula mengenali Rasulullah saw., saya lihat kedua matanya dari balik topi besi, lalu saya serukan dengan sekeras-keras suara saya, ‘Inilah Rasulullah saw. masih hidup!’ Maka Allah pun menurunkan, ‘Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul…'” (Q.S. Ali Imran 144).
wamaa kaana linafsin an tamuuta illaa bi-idzni allaahi kitaaban mu-ajjalan waman yurid tsawaaba alddunyaa nu/tihi minhaa waman yurid tsawaaba al-aakhirati nu/tihi minhaa wasanajzii alsysyaakiriina
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
145. Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
waka-ayyin min nabiyyin qaatala ma’ahu ribbiyyuuna katsiirun famaa wahanuu limaa ashaabahum fii sabiili allaahi wamaa dha’ufuu wamaa istakaanuu waallaahu yuhibbu alshshaabiriina
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
146. Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.
wamaa kaana qawlahum illaa an qaaluu rabbanaa ighfir lanaa dzunuubanaa wa-israafanaa fii amrinaa watsabbit aqdaamanaa waunshurnaa ‘alaa alqawmi alkaafiriina
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
147. Tidak ada do’a mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami [235] dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

[235] Yaitu melampaui batas-batas hukum yang telah ditetapkan Allah s.w.t.

faaataahumu allaahu tsawaaba alddunyaa wahusna tsawaabi al-aakhirati waallaahu yuhibbu almuhsiniina
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
148. Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia [236] dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.

[236] Pahala dunia dapat berupa kemenangan-kemenangan, memperoleh harta rampasan, pujian-pujian dan lain-lain.

yaa ayyuhaa alladziina aamanuu in tuthii’uu alladziina kafaruu yarudduukum ‘alaa a’qaabikum fatanqalibuu khaasiriina
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
149. Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menta’ati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi.
bali allaahu mawlaakum wahuwa khayru alnnaasiriina
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
150. Tetapi (ikutilah Allah), Allahlah Pelindungmu, dan Dia-lah sebaik-baik Penolong.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s