13 Ali Imran » Jumlah Ayat: 200

Surah » Ali Imran » Jumlah Ayat: 200

wa-idz ghadawta min ahlika tubawwi-u almu/miniina maqaa‘ida lilqitaali waallaahu samii’un ‘aliimun
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
121. Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu akan menempatkan para mu’min pada beberapa tempat untuk berperang [222]. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,

[222] Peristiwa ini terjadi pada perang Uhud yang menurut ahli sejarah terjadi pada tahun ke 3 H.

SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Abu Hatim dan Abu Ya’la mengetengahkan dari Miswar bin Makhramah, katanya, “Saya katakan kepada Abdurrahman bin Auf, ‘Ceritakanlah kepada saya kisah tuan-tuan di waktu perang Uhud.’ Ia menjawab, ‘Bacalah setelah ayat ke 120 dari surat Ali Imran, maka di sana akan kamu dapati kisah kami,’ yaitu ‘Dan ingatlah ketika kamu berangkat pada pagi hari dari keluargamu buat menempatkan kaum mukminin pada beberapa tempat untuk berperang…’ sampai dengan firman-Nya, ‘…ingatlah ketika dua golongan daripadamu bermaksud hendak mundur karena takut.’ (Q.S. Ali Imran 121-122).
idz hammat thaa-ifataani minkum an tafsyalaa waallaahu waliyyuhumaa wa’alaa allaahi falyatawakkali almu/minuuna
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
122. ketika dua golongan dari padamu [223] ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mu’min bertawakkal.

[223] Yakni: Banu Salamah dari suku Khazraj dan Banu Haritsah dari suku Aus, keduanya dari barisan kaum muslimin.

SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Abu Hatim dan Abu Ya’la mengetengahkan dari Miswar bin Makhramah, katanya, “Saya katakan kepada Abdurrahman bin Auf, ‘Ceritakanlah kepada saya kisah tuan-tuan di waktu perang Uhud.’ Ia menjawab, ‘Bacalah setelah ayat ke 120 dari surat Ali Imran, maka di sana akan kamu dapati kisah kami,’ yaitu ‘Dan ingatlah ketika kamu berangkat pada pagi hari dari keluargamu buat menempatkan kaum mukminin pada beberapa tempat untuk berperang…’ sampai dengan firman-Nya, ‘…ingatlah ketika dua golongan daripadamu bermaksud hendak mundur karena takut.’ (Q.S. Ali Imran 121-122). Bukhari dan Muslim mengetengahkan dari Jabir bin Abdullah, katanya, “Terhadap kamilah diturunkan ayat, ‘Ketika dua golongan di antara kamu hendak mundur karena takut.’ (Q.S. Ali Imran 122) yakni golongan Bani Salamah dan Bani Haritsah.”
walaqad nasharakumu allaahu bibadrin wa-antum adzillatun faittaquu allaaha la’allakum tasykuruuna
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
123. Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar [224], padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah [225]. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.

[224] Lihat not 185.

[225] Keadaan kaum muslimin lemah karena jumlah mereka sedikit dan perlengkapan mereka kurang mencukupi.

idz taquulu lilmu/miniina alan yakfiyakum an yumiddakum rabbukum bitsalaatsati aalaafin mina almalaa-ikati munzaliina
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
124. (Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mu’min: “Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?”
SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Abu Hatim mengetengahkan dari Sya’bi juga oleh Ibnu Abu Syaibah dalam kitab Al-Mushannaf, “Kaum muslimin mendapat berita di hari perang Badar bahwa Karaz bin Jabir Al-Muharibi memberi bantuan kepada orang-orang musyrik hingga kaum muslimin menjadi susah karenanya, maka Allah swt. menurunkan ayat, ‘Tidakkah cukup bagi kamu jika Tuhanmu menolong…’ sampai dengan firman-Nya, ‘…yang bertanda.’ (Q.S. Ali Imran 124-125). Lalu kekalahan orang-orang musyrik itu sampai ke telinga Karaz, hingga ia tidak jadi membantu kaum musyrik demikian pula kaum muslimin tidak pula jadi dibantu dengan lima ribu orang malaikat.”
balaa in tashbiruu watattaquu waya/tuukum min fawrihim haadzaa yumdidkum rabbukum bikhamsati aalaafin mina almalaa-ikati musawwimiina
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
125. Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.
SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Abu Hatim mengetengahkan dari Sya’bi juga oleh Ibnu Abu Syaibah dalam kitab Al-Mushannaf, “Kaum muslimin mendapat berita di hari perang Badar bahwa Karaz bin Jabir Al-Muharibi memberi bantuan kepada orang-orang musyrik hingga kaum muslimin menjadi susah karenanya, maka Allah swt. menurunkan ayat, ‘Tidakkah cukup bagi kamu jika Tuhanmu menolong…’ sampai dengan firman-Nya, ‘…yang bertanda.’ (Q.S. Ali Imran 124-125). Lalu kekalahan orang-orang musyrik itu sampai ke telinga Karaz, hingga ia tidak jadi membantu kaum musyrik demikian pula kaum muslimin tidak pula jadi dibantu dengan lima ribu orang malaikat.”
wamaa ja’alahu allaahu illaa busyraa lakum walitathma-inna quluubukum bihi wamaa alnnashru illaa min ‘indi allaahi al’aziizi alhakiimi
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
126. Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
liyaqtha’a tharafan mina alladziina kafaruu aw yakbitahum fayanqalibuu khaa-ibiina
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
127. (Allah menolong kamu dalam perang Badar dan memberi bala bantuan itu) untuk membinasakan segolongan orang-orang yang kafir [226], atau untuk menjadikan mereka hina, lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa.

[226] Yakni dengan terbunuhnya tujuh puluh pemimpin mereka dan tertawannya tujuh puluh orang lainnya.

laysa laka mina al-amri syay-un aw yatuuba ‘alayhim aw yu’adzdzibahum fa-innahum zhaalimuuna
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
128. Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu [227] atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim.

[227] Menurut riwayat Bukhari mengenai turunnya ayat ini, karena Nabi Muhammad SAW berdo’a kepada Allah agar menyelamatkan sebagian pemuka-pemuka musyrikin dan membinasakan sebagian lainnya.

SEBAB TURUNNYA AYAT: Diriwayatkan oleh Ahmad dan Muslim dari Anas, “Salah satu gigi Nabi saw. rontok di waktu perang Uhud dan terdapat luka di wajah beliau sehingga darah pun mengalir ke bawah. Maka tanyanya, ‘Bagaimana suatu kaum akan berbahagia jika mereka berani melukai Nabi mereka, padahal ia menyeru mereka kepada Tuhan mereka?’ Maka Allah swt. pun menurunkan ayat, ‘Tak ada urusanmu mengenai hal ini sedikit pun juga…'” (Q.S. Ali Imran 128) Diriwayatkan oleh Ahmad dan Bukhari dari Ibnu Umar, katanya, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Ya Allah! Kutuklah si Anu! Kutuklah Harits bin Hisyam! Ya Allah, kutuklah Suhail bin Amr! Ya Allah kutuklah Shafwan bin Umayyah!’ Maka turunlah ayat, ‘Tak ada urusanmu mengenai hal itu…’ (Q.S. Ali Imran 128) Sehingga semua mereka itu pun diterima tobatnya oleh Allah.” Diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Hurairah yang serupa dengan itu. Kata Hafizh Ibnu Hajar, “Cara menghimpun di antara kedua hadis bahwa Nabi saw. memohon kepada Allah mengenai kedua hal tersebut di dalam salatnya setelah terjadi peristiwa di waktu perang Uhud. Maka turunlah ayat ini mengenai kedua hal tersebut sekaligus, yakni tentang peristiwa yang dialaminya dan tentang doa yang diucapkannya terhadap mereka.” Kata Hafizh pula, “Tetapi menghimpun ini sulit dilakukan terhadap peristiwa yang tersebut dalam hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. pernah berdoa di waktu salat subuh, ‘Ya Allah! Kutuklah suku-suku Ra’al, Dzakwan dan Ushaiyah,’ sampai Allah menurunkan, ‘Tak ada urusanmu mengenai hal itu sedikit pun juga!'” (Q.S. Ali Imran 128) Dikatakan sulit karena ayat ini turun mengenai peristiwa Uhud, sedangkan kisah Ra’al dan Dzakwan terjadi sesudahnya. Tetapi kemudian tampak oleh saya alasan terjadinya berita demikian itu dan bahwa di sana terdapat jarak. Perkataannya “sampai Allah menurunkan,” terputus dari riwayat Zuheri pada orang yang menyampaikannya dalam riwayat Muslim. Penyampaian tidak sah pada riwayat yang saya katakan itu. Katanya lagi, “Mungkin dapat dikatakan bahwa kisah mereka terjadi di belakang itu, lalu turunnya ayat terkebelakang sedikit dari sebab nuzul, kemudian barulah ia turun mengenai semua itu.” Hanya mengenai sebab nuzul ini ada lagi riwayat yang dikeluarkan oleh Bukhari dalam Tarikhnya dan oleh Ibnu Ishak dari Salim bin Abdullah bin Umar katanya, “Seorang laki-laki Quraisy datang kepada Nabi saw. lalu katanya, ‘Bukanlah kamu melarang orang memaki?’ Lalu ia berpaling dan memutar pundaknya kepada Nabi saw. serta membukakan badan bagian bawahnya, maka Rasulullah mengutuk dan mendoakan kecelakaan baginya sehingga Allah pun menurunkan, ‘Tak ada urusanmu mengenai hal itu sedikit pun…’ (Q.S. Ali Imran 128) Kemudian orang itu masuk Islam dan keislamannya ternyata baik, tetapi hadis ini mursal lagi garib atau aneh.”
walillaahi maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi yaghfiru liman yasyaau wayu’adzdzibu man yasyaau waallaahu ghafuurun rahiimun
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
129. Kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki; Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
yaa ayyuhaa alladziina aamanuu laa ta/kuluu alrribaa adhaafan mudaa‘afatan waittaquu allaaha la’allakum tuflihuuna
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
130. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda [228] dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.

[228] Yang dimaksud riba di sini ialah riba nasi’ah. Menurut sebagian besar ulama bahwa riba nasi’ah itu selamanya haram, walaupun tidak berlipat ganda. Lihat selanjutnya not. 174.

SEBAB TURUNNYA AYAT: Firman Allah swt., “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda…” (Surat Ali Imran 130) Diketengahkan oleh Faryabi dari Mujahid, katanya, “Mereka biasa berjual beli hingga waktu tertentu. Jika waktu itu telah sampai, mereka tambah harganya dan perpanjang waktunya, maka turunlah ayat, ‘Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda.'” (Q.S. Ali Imran 130) Diketengahkan pula dari Atha’, katanya, “Suku Tsaqif biasa berutang kepada Bani Nadhir di masa jahiliah, maka jika telah jatuh temponya, mereka katakan, ‘Kami beritahu tambahan asal saja kamu perpanjang waktu pembayarannya.’ Maka turunlah ayat, ‘Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda.'” (Q.S. Ali Imran 130)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s