12 Ali Imran » Jumlah Ayat: 200

  1. Surah » Ali Imran » Jumlah Ayat: 200
lan yadhurruukum illaa adzan wa-in yuqaatiluukum yuwalluukumu al-adbaara tsumma laa yunsharuuna
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
111. Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja, dan jika mereka berperang dengan kamu, pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). Kemudian mereka tidak mendapat pertolongan.
dhuribat ‘alayhimu aldzdzillatu ayna maa tsuqifuu illaa bihablin mina allaahi wahablin mina alnnaasi wabaauu bighadhabin mina allaahi wadhuribat ‘alayhimu almaskanatu dzaalika bi-annahum kaanuu yakfuruuna bi-aayaati allaahi wayaqtuluuna al-anbiyaa-a bighayri haqqin dzaalika bimaa ‘ashaw wakaanuu ya’taduuna
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
112. Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia [218], dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu [219] karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu [220] disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.

[218] Maksudnya: perlindungan yang ditetapkan Allah dalam Al-Qur’an dan perlindungan yang diberikan oleh pemerintah Islam atas mereka.

[219] Yakni: ditimpa kehinaan, kerendahan, dan kemurkaan dari Allah.

[220] Yakni: kekafiran dan pembunuhan atas para nabi-nabi.

laysuu sawaa-an min ahli alkitaabi ummatun qaa-imatun yatluuna aayaati allaahi aanaa-a allayli wahum yasjuduuna
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
113. Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus [221], mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).

[221] Yakni: golongan Ahli Kitab yang telah memeluk agama Islam.

yu/minuuna biallaahi waalyawmi al-aakhiri waya/muruuna bialma’ruufi wayanhawna ‘ani almunkari wayusaari’uuna fii alkhayraati waulaa-ika mina alshshaalihiina
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
114. Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.
wamaa yaf’aluu min khayrin falan yukfaruuhu waallaahu ‘aliimun bialmuttaqiina
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
115. Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menenerima pahala) nya; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa.
inna alladziina kafaruu lan tughniya ‘anhum amwaaluhum walaa awlaaduhum mina allaahi syay-an waulaa-ika ashhaabu alnnaari hum fiihaa khaaliduuna
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
116. Sesungguhnya orang-orang yang kafir baik harta mereka maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak azab Allah dari mereka sedikitpun. Dan mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
matsalu maa yunfiquuna fii haadzihi alhayaati alddunyaa kamatsali riihin fiihaa shirrun ashaabat hartsa qawmin zhalamuu anfusahum fa-ahlakat-hu wamaa zhalamahumu allaahu walaakin anfusahum yazhlimuuna
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
117. Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
yaa ayyuhaa alladziina aamanuu laa tattakhidzuu bithaanatan min duunikum laa ya/luunakum khabaalan wadduu maa ‘anittum qad badati albaghdaau min afwaahihim wamaa tukhfii shuduuruhum akbaru qad bayyannaa lakumu al-aayaati in kuntum ta’qiluuna
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
118. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.
SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Jarir dan Ibnu Ishak mengetengahkan dari Ibnu Abbas, katanya, “Beberapa orang laki-laki Islam masih juga berhubungan dengan laki-laki Yahudi disebabkan mereka bertetangga dan terikat dalam perjanjian jahiliah. Maka Allah pun menurunkan ayat yang melarang mereka mengambil orang-orang Yahudi itu sebagai teman akrab karena dikhawatirkan timbulnya fitnah atas mereka, ‘Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil sebagai teman kepercayaan orang-orang yang di luar kalanganmu…'” (Q.S. Ali Imran 118)
haa antum ulaa-i tuhibbuunahum walaa yuhibbuunakum watu/minuuna bialkitaabi kullihi wa-idzaa laquukum qaaluu aamannaa wa-idzaa khalaw ‘adhdhuu ‘alaykumu al-anaamila mina alghayzhi qul muutuu bighayzhikum inna allaaha ‘aliimun bidzaati alshshuduuri
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
119. Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata “Kami beriman”, dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.
in tamsaskum hasanatun tasu/hum wa-in tushibkum sayyi-atun yafrahuu bihaa wa-in tashbiruu watattaquu laa yadhurrukum kayduhum syay-an inna allaaha bimaa ya’maluuna muhiithun
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/application/modules/quran/views/player_mp3_mini.swf
 Dengarkan 
120. Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s