Ilmuwan Temukan Spesies Manusia Purba Baru



Ilmuwan Temukan Spesies Manusia Purba Baru

CLEVELAND – Tim ilmuwan menemukan dua nenek moyang manusia yang hidup bersama sekira jutaan tahun yang lalu. Ilmuwan menemukan fosil manusia purba tersebut di daerah Woranso-Mille, Ethiopia.

Seperti dilansir Machineslikeus, Kamis (29/3/2012), fosil yang ditemukan ini bukan merupakan anggota dari nenek moyang manusia yang terkenal, Australopithecus Afarensis atau yang biasa dikenal dengan nama Lucy. Penelitian mengungkap penemuan baru ini yang menunjuk ke lebih dari satu spesies nenek moyang manusia yang pernah hidup di awal antara 3 sampai 4 juta tahun lalu.

Beberapa fosil kaki sebelumnya pernah ditemukan pada Februari 2009 di wilayah Burtele. “Fosil kaki di wilayah Burtele menunjukkan bahwa mereka pernah hidup 3,4 juta tahun lalu, dalam kelompok spesies Lucy yang berjalan berdiri menggunakan dua kaki. Namun mereka bukanlah satu-satunya spesies purba yang hidup di wilayah Ethiopia,” ujar Yohannes Haile-Selassie, penulis sekaligus pemimpin proyek dari antropologi fisik di The Cleveland Museum of Natural History.

Menurut Yohannes, penemuan fosil kaki parsial yang baru ini adalah bukti pertama untuk kehadiran setidaknya dua spesies pra-manusia dengan modus yang berbeda yang hidup di Afrika timur sekira 3,4 juta tahun lalu. “Penemuan ini cukup mengejutkan. Fosil ini menunjukkan seperti tulang kita (manusia moderen) yang belum pernah dilihat sebelumnya.” pungkas Bruce Latimer dari Case Western Reserve University.

Fosil ini ditemuan di bawah lapisan pasir. Dengan menggunakan metode yang disebut argon-argon radioaktif. Salah satu tim Ilmuwan Beverly Saylor mengatakan, penemuan fosil tersebut dekat dengan fosil ikan, buaya dan kura-kura. Karakteristik fisik dan kimia dari sedimen menunjukkan lingkungan tempat hidup spesies manusia purba ini adalah dekat dengan sungai dan delta serta sebuah hutan terbuka yang ditumbuhi pepohonan dan semak belukar.

“Hal ini sesuai dengan fosil yang kami temukan, menunjukkan manusia purba ini tinggal di area pepohonan, sedangkan spesies Lucy tinggal di darat,” tambahnya. Hasil analisis mengenai penemuan fosil ini diterbitkan di jurnal Nature pada 29 Maret 2012.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s